jurnal-investasi
header-add

Opini

Umkmku

Infoin

Mengenal Sosok

Inve-story

Unggulan

Hot News

Realisasi dan tantangan makan siang dan susu gratis

Bintari Zulfa - Jurnal-Invetasi


Jun 23 2024

Pada hari Kamis, pukul 15.00 diselenggarakan diskusi publik bertemakan makan siang dan susu gratis yang dilaksanakan oleh forum aktifis nasional. Acara yang dihadiri berkisar 100 orang tersebut memberikan banyak pandangan. 

Asal anggaran belum jelas dan potensi impor yang tinggi

Luluk Nurhamidah, Anggota Komisi IV DPR RI menjadi pemateri pertama dalam acara tersebut memaparkan bawa anggaran untuk makan siang dan susu gratis belum jelas asal usul dan potensi meningkatkan impor yang sangat besar. 

Pembahasan APBN 2025 belum sampai tentang penyediaan anggaran makan siang gratis. DPR RI juga masih belum menemukan solusi untuk mengakomodir anggaran makan siang yang mencapai 400triliun. Strategi pemerintah ialah mengesampingkan beberapa program pemerintah yang sebenarnya juga merupakan prioritas. Sementara itu bahan pokok dan bahan pangan lainnya memiliki ketergantungan yang sangat tinggi terhadap produk impor. Pun impor yang dilakukan ialah produk yang lebih rendah kualitasnya daripada dalam negeri. Ketahanan pangan belum mencapai kedaulatan pangan dalam negeri. Kebutuhan daging impor sangat tinggi sehingga memaksa impor diluar prosedur UU yang berpotensi penyebaran penyakit. Penanaman bibit unggul untuk mengurangi impor mengalami kendala yang riskan mengingat program ternak sapi juga pernah gagal. 

Butuh 500.000 ha untuk mengakomodir peternakan sapi perah untuk menghasilkan susu, belum lagi lahan pakan. Selain itu juga diperlukan adanya upaya pengolahan kotoran sapi yang sangat besar yang harus didukung dengan perkembangan teknologi dan SDA yang memadai. Devisit viskal kita sudah diingatkan oleh bank dunia.

Menurut Bursah Zarnubi, Ketua Forum Aktivis Nasional, program unggulan makan gratis dan susu gratis ditinjau dari pengalaman diberbagai negara seperti Via Delvia dan Bostania mampu menyelenggarakan makan siang gratis tanpa susu gratis. 

Perekonomian 400T belum dianggarkan ke program makan gratis. Penyelenggaraan makan gratis dapat dimulai per daerah satu demi satu. Program ini nantinya berpengaruh terhadap perekonomian misalnya kebutuhan Susu sekitar 4 juta liter, sementara di Indonesia cuma 1 juta liter, belum lagi protein lain yang mendukung program ini.

 

Lindungi APBN dan program tepat sasaran

Dr. Ade Reza Hariyadi selaku Akademisi juga Pengamat Politik menilai kinerja viskal akan terganggu karena 30% APBN untuk belanja sosial. Terlebih apabila di welfare state diperlukan pajak yang nantinya akan menjerat masyarakat untuk membangun masyarakat itu sendiri. 

Program dari pak Prabowo merupakan haluan baru utnuk melakukan investasi baru di lingkup SDM. Program makan siang gratis sudah masuk RPK 25 tetapi masih belum masuk dalam lingkup APBN. 

Melihat pada komparasi negara di eropa, dana keperluan makan siang gratis dikelompokkan berdasarkan pada klaster tingkat pendapatan. Adapun subsidi yang relatif lebih rendah dari rencana subsidi makan siang di Indonesia dipengaruhi jumlah penduduknya. Jadi makan siang gratis tidak semuanya menerima. Anggaran makan siang gratis kurang lebih 2,5 % PDB yang lebih dari rasio anggaran pertahanan. Masih harus diperlukan benteng untuk tetap melindungi APBN agar tetap sehat sekalipun makan siang gratis dijalankan. Harus jelas sasaran penerima makan gratis.

Program Sosial menjadi Gerakan sosial

Hermi Sarasat, menyampaikan bahwa kebijakan makan siang gratis ini tidak boleh topdown tetapi harus botton up. Kalau mau mencapai keberhasilan harus menjadikannya sebagai program sosial. Fokuskan pada golongan yang paling rendah/miskin sehingga nantinya tidak perlu memikirkan anggaran yang terlalu besar. Selama pendekatan birokratif, penyimpangan akan semakin banyak. Sehingag diperlukan pembangunan bagi golongan-golongan miskin untuk semakin produktif untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi merata. Program ini harus didukung 

Optimisme dan kontrol sosial

Angelius Wake Kako, Anggota DPR RI Dapil NTT & Ketua Harian DPP FAN menyatakan bahwa kebutuhan daerah terhadap program makan siang gratis merupakan program unggulan untuk membangun kemanusiaan. Makan siang gratis berpotensi meningkatkan pendidikan bagi orang-orang menengah kebawah yang merasa terbelakang. 

Perlu pergeseran infranstruktur kepembangunan kemanusiaan. Lebih penting pembangunan kemanusiaan daripada infrastruktur. Jangan sampai program ini hanya untuk cuci tangan saja. Perlu tim kecil di cabinet baru. Minimnya grandesign tentang program ini menjadi catatan penting dalam merealisasikan pembangunan manusia. 

Penyusunan program makan siang dibarengi dengan proyek-proyek yang dijadikan peluang bagi orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

Alergi susu dan Kebersamaan dalam makanan

Sudut pandang lain disampaikan oleh Setyo Budiantoro sebagai seorang Peneliti dia menyampaikan bahwa susu mengandung protein yang cenderung tidak cocok bagi masyarakat Asia khususnya Indonesia. Sementara program makan siang menjadi momentum rasa kebersamaan. 

Anak membutuhkan proteindan kalsium untuk membangun otak yang sehat. Tapi tidak menggunakan susu karena banyak warga Indonesia yang alergi terhadap kandungan laktosa. Maka dari itu pencegahannya bisa dengan protein yang lain seperti telur atau ikan. Dan ditemukan bahwa daun kelor bisa digunakan sebagai pecegahan mal nutrisi. Pencegahan dana berlebih bisa digerakan dari pangan sumber lokal. Salah satu manfaat dari makan siang gratis ini bisa meningkatkan rasa kebersamaan karena hal ini bisa mencegah terjadinya bullying, karena dengan rasa kekeluargaan yang dekat akan mencegah hal tersebut.

Tanggapan pemateri 

Setyo Budiantoro menyatakan Human development sangat penting untuk melindungi SDA yang semakin menipis. Indonesia sedang mengalami kesenjangan sosial yang tinggi yang mana program ini menjadi program pesta rakyat. Salah satu caranya ialah memastikan bahwa SDM dari warga lokal, dan bahan pangannya tidak impor, serta tata kelola yang dirumuskan secara cermat parameternya. Indonesia menjadi negara paling dermawan di dunia yang ditunjukkan dengan banyaknya zakat, wakaf, dll. Gerakan sosial diperlukan untuk menyelaraskan tujuan sosial. 

Dr. Ade Reza Hariyadi menyarankan Meninsert anggaran kebutuhan yang diperlukan tanpa mengganggu APBN. Tata kelola yang baik tidak boleh didominasi oleh biroktar sehingga nanti bisa menampung aspirasi masyarakat dan berperan langsung dalam pelaksanaan program. 

Kebutuhan konsumsi tidak harus selalu import, melainkan bsa memanfaatkan SDA hayati untuk menutupi kebutuhan pangan. Penentuan klaster menggunakan pendekatan IPM yang angkanya lebih kredibel. Elembagaan dan sistem monitoring hahrus sesuai dengan partisipasi masyarakat sehingga tidak tersentralisasi dan lebih akuntabel dan kredibel. 

Angelius Waka Kako berharap program ini benar-benar bisa menjadi program sosial movement. Pengklasifikasian makan siang gratis hanya untuk orang miskin mungkin tidak efektif karena semuanya juga makan. Orang kaya mensubsidi dan orang miskin yang menerima. Diperlukan suatu kelembagaan untuk mengatasi permasalahan viskal. Tugas kita bagaimana memastikan bahwa program ini bisa terwujud.

Tags:

#Forum Aktivis Nasional #FAn #Hotmartua Simanjuntak #Bintri Zulfa #Makan siang gratis #susu gratis #Prabowo Subianto

Komentar :

    Belum ada komentar.

Berikan Komentar