jurnal-investasi
header-add

Opini

Umkmku

Infoin

Mengenal Sosok

Inve-story

Unggulan

Hot News

EFEK SEMANGKA DI TIKTOK MENJADI GERAKAN SOSIAL YANG MENARIK SEBAGAI AKSI BELA PALESTINE

Putri Chaerunnisa - Jurnal-Invetasi


Jun 23 2024

Konflik perebutan wilayah antara Palestina dan Israel telah berlangsung bertahun-tahun. Banyak korban jiwa yang meninggal akibat dari konflik ini, seperti kejadian pada akhir-akhir ini sejak 7 Oktober 2023, telah terjadi kembali sebuah penyerangan yang dilakukan oleh Israel ke Palestina, aksi tersebut memakan ribuan korban jiwa. Sebagian besar masyarakat beranggapan bahwa aksi penyerangan tersebut masuk ke dalam aksi Genosida. Genosida sendiri merupakan sebuah aksi pembantaian besar-besaran secara sistematis terhadap suatu kelompok/golongan tertentu.Hal ini memicu seluruh dunia bersimpati untuk membela palestina. Dalam suatu dunia yang terus terhubung, aksi bela Palestina telah menjadi sorotan utama sebagai bentuk protes dan solidaritas terhadap isu konflik yang berkepanjangan. Aksi bela Palestina telah semakin marak di berbagai negara, termasuk Indonesia. Aksi-aksi ini merupakan bentuk solidaritas masyarakat internasional terhadap perjuangan rakyat Palestina untuk meraih kemerdekaan.

Aksi tersebut dapat berbentuk sebuah postingan keadaan Palestina dan penduduk disana setelah penyerangan itu terjadi yang di sebar luaskan di media sosial menggunakan tagar “#FreePalestine” yang dilakukan oleh semua orang pendukung Palestina. Namun, terdapat aksi bela Palestina yang cukup menarik dan dapat dilakukan oleh semua pengguna media sosial (khususnya tiktok). Aksi ini berawal dari sebuah kreator efek di tiktok @xojourdanlouise yang membuat filter tiktok “Filter For Good I” yang berisikan sebuah filter buah semangka. Sang kreator berargumen bahwa setiap video yang memakai filter semangka tersebut dapat menghasilkan uang dan uangnya akan didonasikan ke Palestina.

Tiktok merupakan salah satu aplikasi media sosial paling populer di dunia, dengan lebih dari 1 miliar pengguna aktif bulanan. Aplikasi ini telah digunakan untuk berbagai tujuan, termasuk hiburan, pendidikan, informasi terkini, promosi bisnis, dan gerakan sosial. Dalam tiktok sendiri memiliki sebuah fitur efek. Efek tersebut diciptakan oleh kreator-kreator yang kemudian dari hasil pembuatan efek tersebut dapat menghasilkan uang. Diliput oleh NBC News (17/5), kreator akan dibayar berdasarkan "keterlibatan komunitas dengan efek mereka." Untuk setiap efek yang telah digunakan dalam 500.000 video unik dalam waktu 90 hari setelah dipublikasikan, akan dihargai senilai USD700. Kemudian, kreator juga akan mendapatkan USD140 untuk setiap 100.000 video yang dipublikasikan setelah 500.000 video pertama dalam 90 hari yang sama.

Gerakan sosial merupakan suatu bentuk aksi bersama yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam hal ini, gerakan sosial yang dilakukan oleh pengguna tiktok untuk membantu saudara tidak sedarahnya di palestina sana adalah dengan cara memakai efek “Filter For Good I”. Memakai Efek tersebut sama saja membantu mendonasikan sejumlah uang yang dihasilkan oleh kreator efek tersebut. Efek ini berisikan sebuah permainan sederhana yang dimana pengguna yang menggunakan efek ini diminta untuk menyeret semangka melintasi garis berlekuk-lekuk demi mengumpulkan biji biji semangka yang tersebar pada garis lekukan tersebut.

Sejak efek tersebut diluncurkan oleh @xojourdanlouise telah mengumpulkan 8,7 juta video yang terupload. Informasi terakhir yang diberikan oleh @xojourdanlouise adalah bahwa efek tersebut telah menghasilkan maksimal keuangan yang diperoleh untuk satu efek yang dibuat, yaitu sebesar $14,000.00, atau sekitar Rp. 217.456.400,00.

Dalam tiktok yang dibuat oleh @xojourdanlouise yang diupload pada tanggal 17 November 2023 berisikan dimana seorang kreator menyatakan bahwa uang tersebut baru dapat keluar pada tanggal 15 Desember 2023. Maka sambil menunggu uang tersebut dapat dicairkan para pendukung Palestina memberikan saran kepada kreator untuk membuat efek “Filter For Good” versi keduanya. Akhirnya sang kreatorpun mengikuti saran yang diberikan tersebut, namun efek versi keduanya tersebut hingga sekarang (29 November 2023) masih belum diluncurkan. 

 Mungkin sebagian dari kalian bertanya mengapa menggunakan symbol semangka? Apa sangkut pautnya Palestina dengan semangka? Dilansir dari berbagai sumber, semangka pertama kali digunakan sebagai simbol negara Palestina setelah Perang Enam Hari pada 1967 ketika Israel bertempur dengan negara-negara tetangga, termasuk Mesir, Suriah, dan Yordania. Kala itu, pemerintah Israel melarang pengibaran bendera Palestina di muka umum dalam perbatasannya untuk menutupi nasionalisme Palestina dan Arab. Warga Palestina kala itu mencari jalan keluar dari larangan tersebut, mereka akhirnya menggunakan buah semangka yang dipotong menjadi segitiga, karena dalam buah semangka yang telah dipotong tersebut memiliki warna yang sama dengan warna bendera Palestina, yaitu merah, putih, hitam, dan hijau. 

Hingga kini simbol semangka tersebut masih kerap digunakan oleh masyarakat, karena saat penyebaran konten terkait masyarakat yang pro terhadap Palestina sering kali disensor, bahkan bendera sekalipun. Hal tersebut didukung oleh salah satu pendukung Palestina, Atta Halilintar yang kehilangan tanda centang biru (akun terferivikasi) di Instagramnya setelah mengunggah bentuk aksi bela Palestina. Maka dari itu para kreator yang mendukung Palestina lebih sering menggunakan semangka dibandingka bendera Palestina, hal tersebut dikarenakan untuk menghindari hal pemblokiran langsung dari pihak media sosial yang bersangkutan.

PENULIS

Putri Chaerunnisa, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UPN "Veteran" Jakarta, Email : pluvych@gmail.com

(Hotmar)

Tags:

#efek semangka #Palestine

Komentar :

    Belum ada komentar.

Berikan Komentar