Direktur Pemuda dan Olahraga PP Prima DMI Kecewa Terhadap Penyelenggaraan FESPI 2024 oleh Kemenpora
Hs - Jurnal-Invetasi
Apr 04 2025
Festival Pemuda Indonesia (FESPI) 2024 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pada 22-24 Oktober 2024 menuai kritik dari sejumlah peserta, termasuk Direktur Pemuda dan Olahraga PP Prima DMI, Hotmar Simanjuntak. Ia menilai bahwa acara ini dipersiapkan dengan kurang serius dan hanya sebatas formalitas seremonial, jauh dari harapan untuk menghasilkan dampak nyata bagi kepemudaan.
“Saya menduga acara ini hanya diselenggarakan untuk memenuhi kewajiban, tanpa persiapan yang matang,” ujarnya di Sekretariat Gerakan Hak Asasi Dan Reformasi Indonesia Sejahtera, Tangerang Selatan Banten, (25/10/24)
Hotmar juga menyoroti ketidakjelasan pembagian uang transportasi yang dijanjikan bagi 50 peserta pertama. Meski sempat dijanjikan melalui pesan WhatsApp, uang tersebut tak kunjung diberikan setelah acara berakhir. "Saat kami konfirmasi keesokan harinya, ternyata ada 75 nama yang tercatat untuk menerima uang Rp100.000, tetapi tanda tangan pada absensi yang sudah di ketik masih kosong, dan saya yang pertama tanda tangan siang itu," jelasnya.
Menurut Hotmar, ketidakjelasan ini menunjukkan keanehan administratif, sementara panitia tidak memberikan jawaban yang memadai ketika diminta klarifikasi.
Masalah juga muncul terkait konsumsi. Di hari pertama, peserta hanya menerima nasi kotak sederhana dengan telur rebus yang belum dikupas. Pada hari kedua, nasi kotak yang dibagikan malah basi, dengan timun dan kentang yang berbau tak sedap dan berlendir. “Ketika kami menyampaikan keluhan, panitia awalnya berdalih, tetapi akhirnya mengganti makanan untuk peserta yang belum menerima,” tambah Hotmar. Kritik ini juga disuarakan oleh peserta lain, termasuk para pemain futsal yang mengeluhkan kualitas buruk konsumsi.
Selain itu, kekecewaan berlanjut ketika tim Prima DMI yang hadir sejak pukul 08.00 pagi untuk pembukaan harus menunggu hingga pukul 10.00 karena adanya penundaan, di bawah terik matahari sementara para petinggi Kemenpora duduk di tempat teduh. "Setidaknya Kemenpora bisa menghargai kehadiran kami dengan memberikan pengganti transportasi, apalagi anggota saya sampai lecet-lecet setelah lomba tarik tambang. Minimal ada apresiasi untuk beli plester luka," keluhnya.
Hotmar juga mengkritik kurangnya komunikasi dari panitia, yang hanya menyampaikan informasi sepihak melalui grup WhatsApp tanpa ada ruang diskusi. Ia merasa kecewa dengan ketidaksiapan teknis lomba ideaton, dimana keluhan tim Prima DMI hanya dicatat dengan janji untuk dikonfirmasi, tetapi tak ada tindak lanjut nyata. “Sampai saat ini kami belum mendapat respons dari pihak Kemenpora terkait keluhan tersebut, meskipun sudah dihubungi secara resmi,” ujarnya.
Pada puncak acara, digelar konser musik yang menghadirkan artis ibu kota dengan panggung besar. Menurut Hotmar, hal ini menunjukkan bahwa acara lebih mengutamakan seremonial daripada substansi. Ia juga mengkritik undangan untuk mengikuti kegiatan Kemah Organisasi Pemuda Indonesia (KOPI) di TMII, yang dianggapnya hanya mengulang kegiatan seremonial serupa.
Hotmar menegaskan bahwa kegiatan seperti ini tidak sesuai dengan semangat yang pernah disampaikan oleh Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, yang mendorong agar acara seremonial tanpa esensi jelas dihilangkan. "Saya berharap Bapak Menteri Pemuda dan Olahraga beserta wakilnya, setelah mengikuti penataran bersama Pak Prabowo, segera mengevaluasi penyelenggaraan FESPI ini. Tema ‘Pemuda Emas 2045’ takkan tercapai hanya dengan nasi kotak basi," tegasnya.
Sebagai bentuk kontrol sosial, Hotmar dan Prima DMI juga akan mempertimbangkan untuk meminta informasi publik terkait pelaksanaan kegiatan ini agar ada transparansi dan akuntabilitas.
Ia berharap evaluasi menyeluruh dapat membuat kegiatan kepemudaan ke depannya lebih fokus pada pengembangan kreativitas dan potensi pemuda, bukan sekadar acara seremonial.
“Saya rasa kegiatan ini kehilangan esensi yang seharusnya bisa menyatukan dan memfasilitasi kreativitas pemuda. Meski begitu kami mengapresiasi upaya Kemenpora, sayangnya acara ini belum memberikan kepuasan bagi kami sebagai peserta,” pungkasnya.
Tags:
#Kemenpora #Prabowo Subianto #Direktur Pemuda dan Olahraga PP Prima DMI
Belum ada komentar.